Tuesday, September 20, 2011

Dua Minggu di Vietnam

17/09 Jam 4 pagi aku sudah beranjak bangun. Ini di luar kebiasaanku. Dan ini sudah terjadi sejak 3 hari lalu. Tapi dini hari itu, rasanya lebih parah. Aku sudah coba lagi pejamkan mata, tapi nggak berhasil. Aku akui memang, aku mengalami yang namanya....nggak tahu deh istilah apa. 'Kata' itu pun baru aku temui beberapa jam kemudian, itu pun dalam usaha untuk tidur yang kembali gagal.
Perjalanan #solotraveller ku kali ini memang teramat menguras pikiran. Galau? Yes tentu. Dan pada saat terbangun itu lah, sempat kepikiran untuk membatalkannya. Atau paling tidak memangkas waktu perjalanan, dari 11 hari menjadi 4 hari saja. Cukup di Saigon, tidak perlu lagi lanjutkan ke Hanoi.
Pikiran-pikiran itu yang terus menggangguku. Namun, sisi pikiranku lainnya berkata, perjalanan ini harus diteruskan. Jadilah perang bathin, dan sukses deh, aku tidak tidur. Semua pikiran-pikiran pesimis itu, pada akhirnya ku coba untuk menyiasatinya dengan pikiran positif. Cukup lama berpikir, bergulat dalam lamunan, dan pikiran yang tidak menentu. Disuruh untuk tidur lagi pun, aku sudah. Tapi, tidak berhasil untuk pejamkan mata. Dan selama 3 jam selanjutnya, aku hanya tetap berada di tempat tidur, tidak beranjak, dengan pikiran yang....
Homesick!

Saturday, September 10, 2011

Karena tak Sepantasnya

jiwa ini tak tenang, saat diam mu mengusikku
dan jika kau butuh waktu
maka biar ku katakan, tak pantas ini kau lakukan
terlebih karena seharusnya kau sadari
kita juga ingin tak ingin tanpa jiwa

tapi, jika kau paksakan diam mu,
maka biar ku katakan, aku tak cukup pintar
pahami kebosanan yang mengharuskan kamu tak tenangi jiwaku
dan karena kelaku mu sungguh tak perlu
karena apapun kamu, namun ku maafkan mu

Sunday, June 12, 2011

BKO Di Surabaya, Antara Bekerja dan Liburan

Senggang, Day Trip SHT

Minggu 29 Mei 2011, pagi itu seperti biasa loper koran bawain tabloid plus beberapa koran yang memang khusus aku langganan pada terbitan akhir pekan saja. Lembar demi lembar aku buka edisi 29 Mei 2011. Mana ada artikel yang menarik, aku baca. Namun, saat itu aku bergegas langsung membaca halaman horoskop. Dan mataku kemudian menyudut pada rasi bintangku, Scorpio. "Selamat telah mendapatkan tiket murah untuk liburan sekolah". Begitu kira-kira isi ramalannya. Aku sendiri lupa kalimat persisnya seperti apa. Tapi, aku masih ingat, bagaimana reaksiku. Yup, tersenyum lebar. Aku kemudian nge-tweet apa yang ada di pikiranku, hingga kemudian berbalas dari teman kuliahku, yang mengatakan aku traveler sejati. Masa sih? Nggak lah, semua hanya kebetulan yang positif aja.
Namun, kebetulan berikutnya pun tanpa diduga, manager gathering menelponku. Memintaku untuk membantu proses siaran di biro Surabaya, dan segera harus berangkat pada hari Selasa.
Aku cuma bisa diam, sedikit bengong, separuh senang, dan selanjutnya tertawa lebar.