“Ping”
“Oke, dari Maya”, bisikku pelan.
“Lo stand by ya, Di. Segera ke Kramat. Ada yang butuh Aphe”.
“Jam berapa? Di screening dulu, kan? Screening gw dah ga
valid, itu setahun lalu.”
“Jam 7 malam. Gue kasih nomer telpon lo ke keluarga pasien.
Dan ini nomer keluarga pasiennya juga. Dan, yah, lo akan discreening dulu”.
Aku tahu ini sejenis komunikasi seperti apa. Call alert
untuk aku, dengan sandi “Stand By”.
Ku hela nafas dalam, sambil pikiran menjelajah ingatan tujuh
hari ke belakang. Aku tidak mengonsumsi obat-obatan, tidak minum antibiotik,
dll. Aman.
Tapi, aku pastikan aku kurang tidur, dan beberapa hari ini
aku kurang asupan minum. Aku nggak mau nantinya justru gagal dan tidak lolos
screening, karena hemoglobinku kekentalan.
Ah, sudahlah, pasrah. Kalau memang rejeki, pasti keluarga
pasien itu mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Tidak berapa lama....
“Malam, mas Adhie”


