Showing posts with label Thailand. Show all posts
Showing posts with label Thailand. Show all posts

Wednesday, November 26, 2014

Itineraire 6D/5N Trip Thailand Utara

Tembok Kota Tua C. Mai
19 Nov 2014    First flight CGK to Don Mueang - Bangkok by Air Asia
                         Next Fligth after from Don Mueang - Bangkok to Chiang Mai by Nok Air
                         Next grab a taxi to Buddy Guest House
                         First Day in Chiang Mai

Greenbus ke Chiang Rai
20 Nov 2014    Open Tour Golden Triangle by Local Operator; White Temple, Done Sai, Golden Triangle, Karen Neck Tribe, Mae Sai border

21 Nov 2014    Having full day trip by local transportation in Chiang Mai; Three Kings Monumen, Chit Chat with Monks in Wat Chiedi Luang, Doi Suthep Temple, Lanna Folklife Museum. 
Clock Tower C. Rai

22 Nov 2014    Having full day trip by local transportation in Chiang Mai; Monk Village, Bhubing Palace, Baan Tong Luang Village.

Maskapai Lokal Nok Air
23 Nov 2014    Heading to Chiang Rai by GreenBus - online reservation 
                         Check In Chiang Rai Hotel 
                         Next to Mae Sai border to Tachileik Myanmar (free visa) - 3 hours short trip; Swhedagon Pagoda. 
                         Having a half day trip in Chiang Rai

24 Nov 2014    Heading to Bangkok by Nok Air 
                         Next to Jakarta by Air Asia

Sunday, November 23, 2014

Menembus Perbatasan Tachileik - Myanmar (Part 3)

Friendship Bridge Thailand
Belum juga beranjak sore aku sudah kembali mengantri di perbatasan. Kembali ke Thailand via Tachileik di Myanmar ke Chiang Rai di Thailand. Yah, melintasi perbatasan via darat menjadi pengalaman pertamaku semenjak melakukan perjalanan seorang diri beberapa tahun silam.
Pernah memang saat melintasi perbatasan Singapura ke Malaysia via Johor Bahru. Tapi, kala itu menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk pertama kalinya. Duduk di dalam sebuah sedan, dan hanya menyodorkan paspor di drive through immigration. Iya, duduk di dalam sebuah sedang milik seorang teman yang baru ku kenal kurang dari satu jam. Perkenalan yang kemudian menjadi persahabatan hingga sekarang.
Dan, kini kembali aku melintasi perbatasan via darat, berjalan kaki.
Semestinya memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, apalagi menjadi paranoid. Tapi, entah tetap saja ada rasa khawatir yang jelas-jelas tidak beralasan.
Stempel tanda keluar dari Myanmar telah aku peroleh, tapi petugas minta aku ke kantor polisi Myanmar untuk lapor diri. Letaknya sendiri hanya berseberangan dengan kantor imigrasi. Dan tak banyak ucap saat berada di kantor polisi. Aku hanya mengatakan kalau aku diminta untuk melapor.

Menembus Perbatasan Tachileik - Myanmar (Part 1)

Clock Tower Chiang Rai 
Greenbus yang aku tumpangi dari Chiang Mai tiba setengah jam dari waktu  yang diperkirakan. Tapi, perhentian bus ini di luar perkirakaanku. Ku pikir, bus akan berhenti di terminal di tengah kota. Nyatanya, aku masih harus menumpang Songtheaw warna biru untuk ke terminal berikutnya.
Ada data yang terlewatkan saat risetku sebelum perjalanan. Karena ada dua terminal bus di Chiang Rai. Terminal Station 1 letaknya di pusat kota - melayani jarak dekat. Sementara, Terminal Station 2 letaknya jauh dari pusat kota - melayani jarak jauh. Namun, sebagai penghubung kedua terminal tersebut ada Songthaew warna biru yang siap mengantar penumpang ke dan dari masing - masing terminal. Tarif antar terminal 15 baht, dengan frekuensi kedatangan tiap 15 menit sekali.
Aku berusaha untuk tidak panik dan tetap percaya diri di tengah kondisi hilang info.
Aku tarik nafas dalam, menghirup udara Chiang Rai kali pertama dalam hidup. Meski di terminal, tak sedikitpun bau asap emisi kendaraan - cenderung segar. Mungkin, karena tidak banyak kendaraan kecil dan besar yang hilir mudik dengan frekuensi yang sering. Bahkan, ku menangkan kesan, terminal ini teramat sepi.

Thursday, November 20, 2014

White Temple - Kuil Putih di Utara Thailand

White Temple/ Wat Rong Khun 
White Temple atau yang dikenal dengan Wat Rong Khun adalah kuil Budha yang terkenal di Chiang Rai, Thailand. Selain Clock Tower, maka bisa dikatakan White Temple adalah landmark lain di kota paling utara Thailand ini. Kuil ini dibangun pada tahun 1997. Bentuk bangunan didisain oleh Chalermchal Kositpipat, seorang seniman Thailand.
White Temple adalah kuil Budha yang kontemporer. Mengapa? Karena, pada umumnya bangunan kuil di Thailand berwarna dasar merah dengan ornamen berwarna emas. Namun, di tangan Chalermchai kuil ini didisain dengan balutan warna putih yang berkilauan. Warna putih ini berasal dari potongan kaca berukuran kecil yang ditempel pada bangunan kuil. Maka, tidaklah heran jika bangunan serba putih ini tampak mencolok dari kejauhan.
Begitu banyak bangunan simbolis di dalam komplek kuil. Di kanan dan kiri jalan masuk, terdapat gambaran neraka yang disimbolkan dengan patung tangan - tangan manusia yang menggapai ke atas. Sementara, kolam di dekat bangunan utama dengan air yang tenang dianggap sebagai simbol surga dan kehidupan.

Monday, August 25, 2014

Jejak Muslim Indonesia di Laut Andaman

Masjid Darussalam di Koh Panyi, Thailand
Jam 1 siang adalah saat yang tepat untuk si pemakan segala ini mendapatkan asupan gizi yang lebih baik. Karena sedari pagi, aku hanya menenggak secangkir teh manis dan beberapa lembar biskuit. Bukan ku sedang diet, pun juga bukan tak cukup uang untuk beli sarapan. Tapi....ah sudahlah.
Itu sebab, saat Tien mengatakan program berikutnya adalah makan siang, mataku berbinar.
Perjalanan dengan long tail dari lokasi sebelumnya ke tempat makan siang, sekira 15 menit.
Dan sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan limestone di tengah laut andaman ini. Limestone ini begitu mendominasi. Beberapa terpisah satu sama lain, ada pula limestone yang saling berdekatan. Bahkan ada limestone yang berdiri tegak tanpa teman, kontras dengan warna hitam, kuning pucat, dan hijau. Pemandangan seperti ini kurang lebih pernah kudapati di Halong Bay, dan Hue Lue - keduanya di Vietnam. Di Indonesia pun, dapat dijumpai di Raja Ampat (Papua) dan Maros (Sulsel).
Namun, pandanganku teralihkan oleh warga kuning keemasan dari kejauhan.
"Masjid?", pekikku tertahan.

Cari Jodoh di James Bond Island

Rute Baru di Koh Tapu (James Bond Island)
James Bond Island adalah tur urutan dua yang paling dicari wisatawan yang berkunjung ke kawasan Laut Andaman dan sekitarnya, seperti Phuket, Krabi, dan Ao Nang. Letaknya di Provinsi Phang Nga - satu setengah jam berkendara dari Ao Nang, dan merupakan bagian dari Taman Wisata Bahari Ao Phang Nga.
Tarif tur sebesar 1000 baht dengan durasi perjalanan 8 jam. Mulai dari pukul 8:30 pagi hingga pukul 5 sore. Dan sama seperti tur kebanyakan, ini adalah open tur. Peserta digabung dengan peserta lainnya. Berangkat dari satu kota dengan minivan - bertemu dengan satu grup lainnya di sebuah titik pertemuan. Bersama kemudian berangkat ke tujuan wisata.
Bisa dibilang aku beruntung mendapatkan harga paket tur sebesar 1000 Baht. Padahal, harga awal yang ku dapat sebesar 1500 Baht. Banyak pertimbangan untuk ikut tur dengan tarif semahal itu. Hampir saja aku memilih berada di Ao Nang seharian penuh, jika gagal ikut tur ini. Tapi, aku ikut, tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Sunday, August 24, 2014

Tujuh Jam Berteman dengan Phi Phi Island

Di Maya Bay
Masih setengah bernyawa, ku paksa badan beranjak dari tempat tidur.
Selain karena alarm yang membangunkan aku, dinginnya penyejuk ruangan juga paksa aku untuk.......
"Arrrrrgh aku masih ngantuk", bisikku pelan.
Kuraih ponsel di sisi kanan tempat tidurku.
Ku buka mata perlahan dan segera mematikan alarm, 5:30 pagi.
Aku mendengus, dan kemudian beringsut dari kasur menuju kamar mandi.
Wudhu, dilanjutkan sholat shubuh, untuk kemudian berlindung di balik selimut, melanjutkan tidur.
Masih ada sekira satu dua jam lagi untuk tidur, sebelum aku dijemput untuk tur hari ini ke Full Day Trip Phi Phi Island.
Dalam sekejap tur itu tak lagi menarik untukku. Cuma ingin tidur sebentar lagi.
Lagipula perlengkapan untuk seharian di laut sudah ku persiapkan sebelum tidur. Sehingga aku punya waktu leyeh-leyeh. Perlengkapan itu ku sesakkan semua ke dalam dry bag.
Oke, aku berusaha menggenapkan tidurku untuk beberapa jam ke depan. Tapi, yang ada justru menjadi gelisah.

Ao Nang - Krabi, Rute Baru ke PhiPhi Islands

Transportasi Lokal di Ao Nang
"Mengapa Krabi?"
"Krabi? Dimana, tuh?"
"Ngapain ke Krabi?"
Yah, begitulah pertanyaan yang terlontar dari teman-teman saat mereka tahu aku akan ke Krabi - Ao Nang tepatnya. Aku pun hanya menjawab kalau aku ingin ke Phi Phi Islands.
Beda dengan Phuket, Krabi memang kurang begitu populer. Bahkan bisa dibilang beyond of destination. Tapi, bagiku Krabi adalah pintu masuk ke Thailand dengan harga yang terjangkau. Plus pilihan penerbangan yang beragam.
Catatan berikut adalah ilustrasi alternatif, dan memang jika komitmen destinasinya adalah ke Phi Phi Islands.

Saturday, August 23, 2014

Selamat Datang di Ao Nang, Thailand

Bus Bandara Krabi
Sabtu, 23 Agustus aku telah tiba di Krabi, Thailand. Sudah 3 hari ku meninggalkan Indonesia - 21 Agustus. Sudah 3 negara kini tercatat dalam lembaran pasporku. Ya, Singapura, Malaysia, dan kini Thailand. Tak sedikit yang meragukan bagaimana aku bisa mengatur ketatnya jadwal perjalananku, apalagi jika harus menghitung tenaga yang terbuang tanpa bisa menikmati pada tiap lokasi yang ku kunjungi.
Well, ini bukan sekedar nikmat atau tidak nikmat di sebuah perjalanan. Tapi, lebih bagaimana memutuskan prioritas dan disiplin waktu. Mengalahkan perasaan, dan memenangkan logika. Ini flashtrip, dan buatku ini yang ku sebut petualangan - meski harus seorang diri.
16:40 pesawat Air Asia yang membawaku dari Kuala Lumpur tiba di Krabi International Airport. Ini adalah penerbangan terburuk yang ku alami. Turbulence nggak ada hentinya mengguncang lambung pesawat sejak take off hingga landing. Sungguh tidak menyenangkan, bahkan hampir saja aku mabuk udara. 
Bandara Krabi tidaklah luas. Sore itu pun hanya tiga pesawat yang parkir. Shuttle bus kemudian mendekati bibir tangga, penumpang tertib masuk ke shuttle yang selanjutnya menghantar ke terminal kedatangan. Pikirku jauh, nyatanya, hanya sekali gas, shuttle bus telah tiba. Ini sebenarnya pun cukup berjalan kaki saja.
Di dalam terminal kedatangan hanya berisi kami, penumpang yang baru saja mendarat. Saat akan clearence imigrasi pun tidak ada petugas yang stand by. Tutup.