Wednesday, January 4, 2012

Zobar - Novel Audiobook Project

Selalu saja ada titik balik yang mengingatkan ku akan hal yang lama aku inginkan, tapi tidak tersampaikan dengan cepat. Bahkan, untuk niat yang satu ini pun, sudah aku inginkan sejak kali pertama menjejakkan kaki di yayasan ini. Iya, aku tahu, jika punya niat baik, maka baiknya disegerakan. Tapi, yap, selalu ada tapi. Aku punya alasan khusus. Bukan juga waktu yang menghalangi. Tapi, ya itu, entah apa yang kemudian sejak satu bulan terakhir, akhirnya aku memutuskan untuk OKE, INI SAATNYA!!!
Dan mulai awal desember 2011, saban rabu, aku kemudian rutin menjejakkan kaki ke Yayasan Mitra Netra. Dan mulai sejak itu, aku menjadi volounteer untuk membuat audiobook, bagi teman-teman tuna netra. Senang? Yup. Puas? Entah dinilai kepuasan itu dari mana. Tapi, kalau ditanya, apakah aku senang melakukan hal ini, ya, aku dengan tegas menjawab, aku puas dengan pekerjaan ini, meski harus free sekalipun. Untuk mendapatkan kepuasan batin dan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini, aku rela kok, melakukan pekerjaan dengan sukarela. .

Tuesday, November 15, 2011

#AirUntukRusa - Program Peduli Rusa Monas

Akhir-akhir ini banyak sekali binatang yang terlantar karena ulah manusia. sehingga memunculkan banyak juga program-program untuk peneyelamatan mereka. misalnya #SaveOrangUtan, komodo, anjing-anjing yang (konon) mengalami pembantaian dan terakhir adalah #AirUntukRusa
Sabtu pagi, garis waktu diriuhkan oleh tagar (tanda pagar) atau hashtag #AirUntukRusa. karena penasaran, lalu aku seraching dan menemukan akun @adhie_pamungkas. setelah menelusuri lebih lanjut, saya baru memahami apa itu #AirUntukRusa.
Adhie pamungkas, salah satu orang yang peduli pada keberadaan rusa yang kekeringan di taman monas, tergerak membantu meringankan penderitaan rusa-rusa yang berada di habitat tanpa air dan rumput yang memadai selama kurang lebih tiga bulan.
Berikut cerita lengkapnya.

Thursday, November 10, 2011

Merapi - Setahun Lalu

Lembar cuti telah di ACC manager sebulan lalu. Sementara, tiket pesawat telah dibooking 3 bulan sebulannya. Ini beneran liburanyang amat terencana. Kecuali hotel, persiapan lainnya telah disusun. Bahkan itineraire, dan buku panduan liburan pun sudah siap. Yup, jelang ulang tahunku, aku mau liburan ke Jogja.
Namun, rencana itu berangsut kian suram. Status merapi tiap harinya kian ditingkatkan. Yang menjadi kekhawatiran utamaku adalah jika keadaan tidak kunjung membaik, maka, mau tidak mau penerbanganku dibatalkan. Memang ini kasus force major. Semua biaya yang dikeluarkan akan diganti (baca: refund) oleh maskapai. Tapi, itu tak begitu saja mudah untukku membatalkan perjalananku ke Jogja.
Alih-alih maksa berangkat, seminggu sebelum berangkat, aku antri tiket promo. Niatku, merubah jadwal cuti. Berangkat mundur, maka pulang pun mundur. Aku dapat tiket one-way 120K idr. Tapi, semua kemudian gugur. Penerbangan ke dan dari Jogja semua dibatalkan. Merapi tidak dapat dikendalikan. Debu dan pasir mengancam penerbangan.
Aku bersiasat, aku harus ke Jogja. Tapi untuk apa? Begitu teman-teman bertanya. Aku tahu, ini keputusan bodoh, jika aku tetap ke Jogja.
Rencana cuti, memang pada akhirnya, mau tidak mau diketahui kantor. Dan kantor pun kemudian fokus untuk mengirimkan team ke Merapi. Cuti!