Thursday, September 10, 2015

Asmaul Husna dalam Pameran Modern

Selamat datang di Pameran Asmaul Husna atau The Beautiful Names of Allah. Pameran yang berada di sisi kanan Masjid Nabawi ini menggelitik keinginantahuanku dengan apa yang ada di dalam pameran tersebut. Tentu saja aku tahu tentang apa itu The Beautiful Names of Allah, namun bagaimana penyelenggara pameran ini menyuguhkan dan menerjemahkan sehingga bisa menjadi sebuah bentuk pameran. Ini yang kemudian membuat langkahku kian cepat ke pintu masuk pameran.
Karena usai salat Ashar maka banyak jemaah yang juga ingin melihat pameran. Aku? seperti biasa dengan keasikan melihat - lihat sana sini dan mencari tahu tentang Madinah dengan caraku.
Masuk? Gratis. Ini yang penting.

Wednesday, September 2, 2015

Terpikat Magnet di Jabal Magnet

Suhu di Madinah masih di kisaran 43 derajat celcius. Lebih memilih berada di dalam kamar adalah hal yang paling benar dalam hidup, daripada menyengajakan tubuh di jemur di terik matahari. Iya, meski
masih belum beranjak siang, namun panasnya sudah sangat menyengat. Kemarin saja, baru keluar dari kamar berpenyejuk ruangan, angin panas langsung menampar muka.
Tapi, demi melihat sebuah fenomena alam, aku mau saja ikut ajakan teman-teman. Dan sudah menyiapkan sebungkus besar mental untuk hadapi sengatan matahari di ruang terbuka di Jabal Magnet.
Memang kurang afdol kalau ke Madinah tanpa melipir ke Jabal Magnet. Padahal, lokasi ini bukanlah wisata sejarah atau religi bagi jemaah haji atau umroh. Namun, begitu tetap saja ini menjadi lokasi favorit. Lokasi ini bahkan sempat ditutup pada waktu-waktu tertentu. Sekedar menghindari hal - hal yang di luar keyakinan. Buat aku, justru lokasi ini menarik. Bukan karena begitu populernya, tapi karena ingin bukti, bener nggak sih, kata banyak orang kalau mobil bisa bergerak tanpa diinjak pedal gasnya?

Thursday, August 20, 2015

Menyantap Ayam Goreng Khas Saudi Arabia

Menu Chicken Broast ala AlBaik
Melihat antrean di resto cepat saji khas Arab Saudi - AlBaik sudah barang tentu menjadi kegiatan yang menantang. Karena antri menjadi pemandangan rutin saat akan makan di resto ini. Mesti tahu waktu sela saat akan mau makan. Karena resto ini memang menjadi pilihan favorit banyak orang.
Jadi, pilihannya memang melepas rasa penasaran dengan rasa ayam goreng Al Baik dengan rela antre, atau mencari ayam goreng sejenis beda merk yang juga masih bisa di temukan di Madinah.
Aku? Tentu saja pilihan jatuh yang kedua, minta sopir banting stir cari resto sejenis yang lokasinya dekat Sultonah Road.
AlBaik dibandingkan dengan resto cepat saji sejenis produk Amerika semacam KFC dan McDonald memang jauh populer. Bisa dikatakan, orang rela antre di depan pintu resto meski resto belum buka. Tapi, yang namanya rejeki, tak perlu antre sekalipun tersaji AlBaik di meja kerja. Ini namanya rejeki.