Jam 05:00. Pagi hari di Mangunan.Pak Narjo menetapi janjinya untuk menemaniku ke Kebun Buah Mangunan.
Kami menuju lokasi beriringan.
Jalan desa yang beraspal ini basah.
Semalam memang aku dengar hujan cukup deras. Itu sebab aku tidak berani melajukan motorku dengan cepat. Meski harap - harap cemas takut matahari terbit lebih cepat. Tapi, Pak Narjo bilang, matahari di Mangunan terbit jam 05:15 - kurang lebih.
Tidak lama perjalanan dari homestay ke lokasi. Dan Pak Narjo mengantarkanku hingga sampai parkir. Sejumlah pegawai perkebunan ternyata kenal dekat dengannya.
Ia kemudian pamit karena harus mengantarkan anaknya ke sekolah.
Membiarkanku sendiri di lokasi ini?
Tidak.
Yang jelas jelas dalam dugaanku kalau memang pengunjung Kebun Buah Mangunan ini sudah banyak. Ku duga mereka telah sejak dini hari berada di sini. Hebat sekali perjuangan mereka untuk mendapatkan pemandangan ganda di sini.
Pemandangan ganda? Yes, pemandangan yang pertama adalah pemandangan saat matahari terbit. Kedua adalah pemandangan saat hamparan kabut berada di atas puncak Kebun Buah Mangunan. Pak Narjo saat dalam perjalanan ke lokasi mengatakan, jika malamnya hujan, maka besar kemungkinan kabut tebal akan berada di Kebun Buah Mangunan. Dan ternyata benar adanya.

