Selanjutnya dari Wae Rebo Lodge aku naik motor pemanduku hingga ke Denge, titik awal pendakian. Di Denge ini ada juga sebuah homestay milik Pak Blasius - Beberapa pengunjung biasa memarkirkan kendaraannya di lokasi ini. Padahal, ini adalah bukan titik terakhir yang bisa dijangkau kendaraan. Karena pemanduku membawaku hingga ke jembatan yang belum seberapa jadi. Bahkan, dia pun menyebrangi sungai kecil berbatu. Sementara mobil-mobil pengunjung terparkir di tempat yang sama.
Sayangnya, pada beberapa titik jalan kondisi jalannya tidak mulus - retak akibat longsoran. Sehingga aku berjalan kaki. Aku yang sesekali terlihat tersengal - sengal membuatnya menanyakan kondisiku.
"Saya baik-baik saja", jawabku.
Sebuah sungai kecil kemudian menyambutku.
Rio - nama pemanduku, menyarankaku untuk meminum air sungai itu, murni dari mata air katanya. Aku hanya mengangguk dan membasuhkan mukaku dengan air sungai itu. Sementara telapak kaki ku sudah cukup nyaman berendam dalam air yang cukup dingin.
"Kita mulai pendakian", ucapnya.
Kami hanya berdua.

