Sejak aku di beri dukungan spiritual seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Yordania, aku perlahan mulai membiasakan diri kalau aku saat ini memang berada di Masjidil Haram. Padahal, sejak hari pertama injakan kaki di Masjidil Haram, aku merasa 'aneh' berada di sini. Tiba jelang tengah malam pun, aku bergeming di depan Ka'bah. Setengah alam sadarku tidak meyakini kalau aku akhirnya bisa menatap langsung Ka'bah, meski masih malu-malu.
Saturday, June 30, 2012
Calo Hajar Aswad
Sejak aku di beri dukungan spiritual seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Yordania, aku perlahan mulai membiasakan diri kalau aku saat ini memang berada di Masjidil Haram. Padahal, sejak hari pertama injakan kaki di Masjidil Haram, aku merasa 'aneh' berada di sini. Tiba jelang tengah malam pun, aku bergeming di depan Ka'bah. Setengah alam sadarku tidak meyakini kalau aku akhirnya bisa menatap langsung Ka'bah, meski masih malu-malu.
Friday, June 8, 2012
Cium Kening Emak
Meski tidak pula gratis, antrian karyawan yang ingin ke tanah suci pun terus memanjang. Mungkin ini satu jalan keluar dari banyak jalan yang aku dapati. Selebihnya, cuma bisa pasrah. Tak memaksa target. Jika memang akan berangkat, maka Insya Allah pasti berangkat.
Dan tiap kali, mengingat janji itu lagi di hari dan bulan berikutnya, yang ada hanya ketidakpercayaan diri aku yang mempertanyakan niatku, 'Bisa?'
Tapi, kekonyolan apalagi saat aku berucap, "aku nggak mau jalan-jalan ke luar negeri sebelum umroh". Itu aku ucapkan jelang traveling di Vietnam berakhir, per Agustus 2011.
Rrrrrrrrgh
Erk, masa konyol sih berucap gitu? Katakan tidak ahahahahah
Memang ada beberapa jadwal traveling di tahun 2012, dengan one way ticket. Tapi, aku sudah berhitung-hitungan dengan jatah cuti.
Cukup tiga minggu pekerjaan mengurus kelengkapan administrasi. Dan semua doa itu terjawab, pada sabtu tengah malam.
Selebihnya, cuma aku, Emak, dan Allah yang tahu. *peace
Friday, May 18, 2012
Baju Bekas Perjalanan
Sejak punya hobi travelling satu tahun terakhir, aku pun punya kebiasaan
baru, yaitu berburu baju bekas. Alasan utama bukan karena aku
kekurangan baju, tapi, lebih karena sisi kepraktisan. Tas ransel yang ku
miliki sejak 4 tahun lalu tidak memiliki banyak ruang. Awalnya aku
maklum, jika kondisi tas akan terasa berat saat berangkat. Dan jika usai
perjalanan, aku mau isi tas berkurang. Dan baju-baju bekas itu lah yang
aku akhirnya buang, agar ruang di tas ku berkurang. Dengan demikian,
juga berkurang beratnya. Apakah kemudian aku akan kembali penuhi dengan
oleh-oleh? Nop. Don't push your luck.
Subscribe to:
Posts (Atom)