Saturday, May 31, 2014

Rumah Kos, Alternatif Akomodasi

D'Paragon - Malang
Hotel, hostel, guesthouse tingkatan akomodasi yang umum digunakan saat berlibur. Dari yang mahal hingga yang terjangkau - kalau tidak mau disebut murah. Ketiga akomodasi tersebut bisa saja digunakan dengan bajet yang cukup. Tapi, meski punya bajet cukup pun, terkadang memilih akomodasi pun tak penting mahal, asal nyaman untuk tidur.Pertanyaannya, adakah akomodasi yang terjangkau namun memiliki fasilitas yang cukup memberi kenyamanan? Hotel bintang satu sekalipun saat ini berkisar 250 ribu permalam. Hostel pun demikian, di kisaran 200 ribu permalam dengan fasilitas tanpa pendingin ruangan. Guesthouse di kisaran 150 ribu hanya dengan kipas angin. Beberapa memberi sarapan pagi, kamar mandi terpisah dan beberapa kekurangan lainnya. Singkat, ada harga ada fasilitas.

Tuesday, March 4, 2014

Sehari 50 Ribu Keliling Cirebon

Goa Sunyaragi
Hujan semalam masih menyisahkan jejak sabtu pagi ini.
Cukup deras hujan semalam, yang pada akhirnya memaksaku berada di kamar - di sebuah hotel tak jauh dari stasiun. Bahkan hujan - pikirku - akan mengancam rencana #OneDayTrip esok hari. Dan aku hanya bisa pasrah.
Tapi, untungnya Cirebon sabtu pagi ini cerah. Dan aku pun bersiap keliling kota dengan hanya berbekal limapuluh ribu rupiah. Yap, limapuluh ribu rupiah saja.
Sempat beberapa teman meragukan bajet yang ku keluarkan untuk perjalanan ini. Apalagi jika ku sebut nominal itu. Tapi, besaran bajet ini dimungkinkan dengan kebaikan pemuda Cirebon yang punya misi meningkatkan aspek pariwisata di Cirebon. Mereka menyebut diri mereka dengan Ojek Wisata.

Monday, November 18, 2013

Berburu Lumba-lumba (Tak Menyenangkan) di Lovina


05:45 Pak Made memanggilku yang sedang menjemur handuk, usai mandi dan sholat. Tepat seperti janjinya yang akan menjemputku jelang fajar. Yup, hari ini aku akan mengikuti Dolphine Tour, prosesi wajib jika berada di Lovina, Singaraja. 
Pak Made bilang, dalam satu Jukung akan ada Pak Made, aku dan dua turis asal Perancis. "Kita ke hotel mereka dulu!", ajak Pak Made. Aku pun beringsut ke jok belakang motornya. O iya, Jukung adalah perahu tradisional khas Bali.
Tidak berapa lama, kami tiba. Cantik, tapi tidak seperti cewek Perancis kebanyakan, mungkin mereka keturunan, meski keduanya berasal dari Paris. No, aku tidak pamer kebisaanku dalam berbahasa, aku memilih diam, karena aku nggak paham karakter mereka. Bisa saja mereka yang tidak ingin diganggu, meski hanya sekedar menyapa. Perlu beberapa menit untuk klik. Ya, aku, sih, memang ga ahli sekali dalam berbahasa. Tapi, cukuplah untuk bisa sekedar klik dan mencairkan suasana.