Setelah menghitung-hitung waktu, maka aku putuskan untuk ke Karst Maros di hari senin, atau segera setelah pulangnya aku dari Toraja.
Membaca literatur tentang Karst Maros berarti nekat dan gila sejadi-jadinya kalau ke destinasi tersebut hanya seorang diri. Luasan destinasi, kondisi alam, sudah cukup waras buatku berpikir, kalau aku butuh travel mate.
