Sunday, July 28, 2013

Bunuh Diri Digital

Baru menyadari kalau memiliki #FakeName itu cukup menguntungkan. Kenapa? Temukan saja jawaban di akhir artikel ini, berikut pesan moralnya apa.
Nama yang aku gunakan sekarang #AdhiePamungkas, sesungguhnya bukanlah nama asli. Jauh bahkan, antara nama pemberian orang tua dengan yang aku gunakan sekarang. Tidak ada kaitannya, meski maksud tersirat ada, antara Adhie sebagai nama panggilan yang populer aku gunakan sejak satu SMP, dan Pamungkas yang populer aku gunakan semenjak masuk dunia kerja. 2010, yup sejak saat itulah aku lebih dikenal dengan nama panggilan Adhie Pamungkas. Di saat menulis artikel untuk majalan dwi mingguan aku menggunakan inisial AD, bukan AP- semestinya.

Tuesday, July 23, 2013

Dari Sosmed ke Kopi Darat

 @lombokvacation, account twitter inilah kali pertamanya aku berhubungan dengan warga lokal tujuan perjalananku via jejaring sosial. Meski frekuensi komunikasi tidak sering, dan bahkan tidak berbalas follow back, tetap account twitter ini jadi acuan rekomendasi perjalanan ku ke Lombok. Ini terjadi pada pertengahan tahun 2011.
Lombok sebenarnya bukan tujuan awal, Bali utamanya. Namun, karena Bali pernah ku kunjungi, aku kemudian, menambah rute perjalanan ke Lombok. Ini menjadi pekerjaan rumah, karena riset rute yang awalnya di luar kepala, kini ku harus memulai dari awal lagi. Belajar geografi!!!
Dengan memiliki waktu libur enam hari, aku membagi pulau Lombok menjadi bagian mata angin, Lombok Utara, Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan tentunya Kepulauan.
Namun, dengan realistis, aku menghilangkan Lombok Timur dari daftar perjalanan.
Ku habiskan hari pertama dengan cruising motor, menyusuri Senggigi sampai ke pelabuhan penyebrangan ke 3G.
Bukannya putar balik ke arah berlawanan, aku justru melanjutkan rute lain dengan modal percaya diri. Yang kemudian kepercayaan diri itu perlahan memudar sepuluh menit setelah lepas dari jalan pemukiman. Selanjutnya, yang ku dapati adalah hutan.

Thursday, June 27, 2013

Setengah Hari Telusuri Jejak Tsunami

Kapal PLTD Apung - AD
Kedahsyatan gelombang tsunami yang menghempas pesisir utara Banda Aceh, pada 26 Desember 2004, tidak hanya membuat ratusan ribu nyawa melayang, merusak alam, dan infrastruktur kota, tapi juga
meninggalkan jejak berupa monumen. Monumen semisal jejak besar dan kuatnya dampak hempasan gelombang tsunami 9,5 SR.
Nah, jika berada di Banda Aceh, sila melakukan kunjungan ke lokasi wisata sejarah. Wisata sejarah ini bisa dilakukan setengah hari, dan separuh lainnya diluangkan untuk menikmati sajian kuliner Aceh.
1. Monumen Kapal PLTD Apung
Monumen Kapal PLTD adalah penyuplai listrik ke Banda Aceh yang berada di laut. Namun, kapal PLTD berbobot 2600 ton ini terseret sejauh lima kilometer dan terdampar di daerah Gampong Punge, Blang Cut Kota Banda Aceh.