Pengunjung silih berganti datang dan pergi. Sekedar berdua atau berombongan. Naik motor atau naik mobil, pun ada yang datang dengan bus. Dengan kamera dari telepon genggam yang dieratkan ke tongsis, mereka kemudian mengabadikan keberadaan mereka dalam batas pagar dan gundukan yang meninggi. Tidak ada yang berani melangkah lebih menjorok ke dalam, lantaran lereng setinggi 3 meteran mengancam keselamatan.Satu atau dua orang saja yang nekat menerabas pagar dari kayu, sekedar mengambil gambar dari sudut yang tidak biasa. Sementara aku? Menyaksikan tingkah mereka dari pendopo, tak jauh dari pusat wisata alam - Danau Kaolin.







