Sedang berada di sebuah kedai kopi di pusat perbelanjaan di pusat
Jakarta. Interior retro dengan terdengar sayup-sayup musik mana suka.
Tidak ada masalah sebenarnya aku berada di sini. Mencoba selalu nyaman
dengan keberadaanku sendiri. Iya, benar, banyak orang yang telah duduk
jauh lama dariku. Buktinya? Minuman tinggal setengah. Contoh mudah,
tanpa perlu tendensi apapun.
Tapi, sayangnya, yang perlu ku cermati adalah bagian ini adalah bagian
bebas asap rokok, tapi entah kenapa wanita sejurus didepanku, justru
asik mengapit sebatang rokok di antara dua jemarinya. Sesaat kemudian,
ia mengeluarkan asap rokok dan merapihkan rambutnya.
Monday, December 10, 2012
Wednesday, December 5, 2012
Misi tak Selesai ke Karst Maros
| Karst Maros dari Sisi Luar. Photo: AD |
Hanya kami berdua, Aku dan Azlam dalam perjalanan kami selanjutnya. Ingat ucapan Daeng, untuk keluar dari Desa Berua hanya ada dua jalan, kembali menggunakan sampan, atau berjalan kaki hingga menemukan jalan beraspal. Jika kembali dengan sampan, maka aku jelas mendapatkan kenyamanan, karena hanya duduk dengan membayar sejumlah rupiah. Tapi, sampan yang membawa kami dari Desa ini ke dermaga pun harus menjadi pekerjaan rumah, lantaran harus memiliki nomer telepon genggam si pemilik sampan.
Namun, yang jelas aku tidak memilih jalan termudah dan ternyaman ini, aku memilih treking. Mulai dari keluar Desa Berua, sampai ke Kawasan Karst Maros. Melelahkan pastinya. Azlam mengatakan, jalur treknya cukup bersahabat, dan tidak ada resiko apapun, asal hati-hati.
Tuesday, December 4, 2012
Terbius Pesona Berua - Maros
Tidak berlebihan rasanya jika berada di Desa Berua ini menjadi saat yang melankolis untuk aku. Hahahah traveller yang mellow. Ah, sudahlah, wajar lah kalau aku merasa seperti ini.
Hampir empat hari, tubuh ini berada di dalam mobil dengan rute ratusan kilometer dari Makassar ke Toraja via pesisir barat Sulawesi. Kemudian dua hari penuh berada di Rantepao – Toraja menelusuri jejak makam kuno dan tradisi warga lokal. Tersasar di Batutumonga hingga puncak gunung dan nekat kembali ke Makassar via Palopo. Rute Makassar – Palopo ini yang sukses membuatku jackpot, akibat lintasan yang berkelok-kelok.
Dan sekarang aku sudah berada di Desa Berua, dengan posisi yang sama persis dengan foto yang diposting @NGTraveler
Subscribe to:
Posts (Atom)